BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Is Biobag really compostable?

2023-10-07

Apakah Biobag benar-benar dapat terkomposisi?

Biobag, sebagai merek populer dalam kategori plastik terdegradasi, telah menjadi pilihan populer bagi mereka yang peduli terhadap lingkungan. Mereka dipasarkan sebagai solusi yang ramah lingkungan karena kemampuan mereka untuk terkomposisi dengan cepat dan memberikan sedikit atau tanpa dampak negatif terhadap lingkungan. Namun, pertanyaannya adalah, apakah Biobag benar-benar dapat terkomposisi dengan baik? Artikel ini akan membahas kebenaran di balik klaim tersebut dan mengeksplorasi bagaimana Biobag berinteraksi dengan proses kompos.

Biobag adalah jenis plastik terdegradasi yang terbuat dari bahan dasar yang berasal dari bahan nabati seperti pati jagung atau tebu. Mereka didesain untuk menggantikan plastik konvensional yang terbuat dari bahan bakar fosil dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk terdegradasi. Dengan menggunakan bahan nabati, Biobag disebut dapat terkomposisi dengan cara yang lebih cepat dan dapat berkontribusi kepada siklus kompos organik yang alami.

Namun, masalah muncul ketika kita mulai melihat klaim bahwa Biobag benar-benar dapat terkomposisi dengan cepat. Beberapa pihak mengklaim bahwa Biobag dapat terkomposisi dalam waktu hanya beberapa minggu sampai beberapa bulan. Namun, klaim semacam itu tidak selalu benar. Biobag memerlukan kondisi lingkungan yang sangat spesifik agar dapat terdegradasi dengan cepat. Mereka membutuhkan suhu tinggi, kelembapan yang tepat, dan juga mikroorganisme yang tepat untuk mendekomposisikannya dengan benar. Tanpa kondisi ini, Biobag bisa saja tetap bertahan selama bertahun-tahun.

Masalah lain yang dihadapi oleh Biobag terkait dengan pemrosesan yang tepat setelah produk tersebut di buang ke dalam proses kompos. Meskipun Biobag diadopsi oleh banyak fasilitas kompos sebagai bahan yang dapat terdegradasi, proses kompos yang tidak tepat dapat mengakibatkan Biobag tidak terkomposisi dengan benar. Fasilitas kompos yang tidak memisahkan Biobag dari produk kompos biasanya menghasilkan campuran produk yang tidak terdegradasi secara sempurna. Akibatnya, Biobag yang seharusnya terdegradasi bersama dengan materi organik lainnya mungkin tetap bertahan atau jika terurai, akan meninggalkan residu mikroplastik yang sulit dihilangkan dari tanah.

Selain itu, Biobag yang tidak dibuang dengan benar, seperti dibuang ke dalam tong sampah yang kemudian dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau dibakar, juga bisa memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Jika Biobag berakhir di TPA, mereka mungkin tidak terdegradasi dengan cepat karena kondisi di TPA yang berbeda dengan kondisi di fasilitas kompos. Jika dibakar, Biobag umumnya menghasilkan asap beracun dan gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Kesimpulannya, klaim bahwa Biobag benar-benar dapat terkomposisi dengan cepat tidak selalu benar. Biobag membutuhkan kondisi lingkungan yang spesifik agar dapat terdegradasi dengan baik, dan juga memerlukan pemrosesan yang tepat setelah dibuang. Sementara Biobag bisa menjadi alternatif yang lebih baik daripada plastik konvensional, penting untuk memahami bahwa mereka masih memiliki beberapa kendala. Oleh karena itu, konsumen harus lebih bijak dalam menggunakan Biobag dan memastikan bahwa mereka membuangnya dengan benar di fasilitas kompos yang sesuai. Selain itu, inovasi dan teknologi yang lebih baik dalam pengembangan bahan terdegradasi perlu lebih dikembangkan untuk memastikan solusi yang lebih efektif dan benar-benar ramah lingkungan.