BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Is biodegradable not compostable?

2023-10-07

Apakah Biodegradable Berarti Bukan Kompos?

Penting untuk memahami perbedaan antara bahan biodegradable dan kompos jika kita ingin mengambil langkah-langkah untuk menjaga lingkungan kita. Meskipun seringkali kedua istilah ini digunakan secara bergantian, biodegradable dan kompos memiliki arti yang berbeda dan memiliki dampak yang berbeda pula terhadap lingkungan. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara biodegradable dan kompos serta pentingnya memahami perbedaan tersebut untuk pengelolaan limbah yang baik.

Biodegradable adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan bahan yang dapat terurai secara alami oleh proses biologi. Proses ini melibatkan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang memecah bahan menjadi komponen yang lebih sederhana, seperti air, karbon dioksida, dan biomassa. Bahan biodegradable dapat terurai di lingkungan baik secara aerobik (dengan adanya oksigen) maupun anaerobik (tanpa adanya oksigen).

Di sisi lain, kompos adalah proses khusus di mana bahan organik terurai oleh mikroorganisme menjadi bahan organik stabil yang disebut humus. Proses ini dilakukan dalam kondisi anaerobik dan melibatkan proses fermentasi dan dekomposisi yang dikendalikan secara teknis. Kompos biasanya dibuat di tempat pembuangan sampah komunal atau dalam komposter khusus.

Jadi, pertanyaannya adalah apakah semua bahan biodegradable dapat dikomposkan? Jawabannya adalah tidak. Tidak semua bahan biodegradable cocok untuk proses kompos. Bahan biodegradable hanya akan terurai di kompos jika mereka terdiri dari bahan organik yang dapat didekomposisi oleh mikroorganisme yang biasanya terlibat dalam proses pembuatan kompos. Bahan plastik biodegradable, misalnya, mungkin terbuat dari bahan baku organik seperti jagung atau pati, tetapi ini tidak berarti bahwa bahan tersebut dapat dikomposkan.

Bahan plastik yang disebut "biodegradable" sering kali memerlukan kondisi khusus yang hanya tersedia dalam fasilitas pengomposan industri untuk terurai sepenuhnya. Mereka memerlukan suhu dan kelembaban yang tepat serta keberadaan mikroorganisme yang bisa memecah bahan tersebut. Di komposter rumah tangga atau di lingkungan alami, bahan biodegradable seperti plastik tersebut mungkin tidak terurai dengan baik atau bahkan tidak terurai sama sekali.

Selain itu, tanda "biodegradable" pada bahan juga tidak selalu memiliki definisi yang jelas dan standardisasi yang sama di semua negara. Beberapa negara memiliki standar ketat untuk mengklasifikasikan apakah suatu produk dapat disebut "biodegradable", sementara di negara lain, istilah ini digunakan secara luas, bahkan untuk bahan yang hanya terurai dalam jangka waktu yang sangat lama.

Hal ini menjadi masalah ketika konsumen mengandalkan label "biodegradable" sebagai indikator bahwa bahan tersebut dapat terurai secara alami dan tidak akan menjadi limbah yang merugikan lingkungan. Banyak orang mungkin membuang bahan plastik biodegradable ke lingkungan berpikir bahwa itu akan terurai dalam waktu singkat, tetapi ini mungkin tidak terjadi, menyebabkan pencemaran lingkungan.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Tentu saja, langkah pertama adalah meminimalkan penggunaan bahan berbasis plastik dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahan yang dapat didaur ulang secara efektif, seperti kertas dan logam, dapat mengurangi masalah limbah plastik yang sulit terurai.

Ketika menggunakan produk biodegradable, penting untuk membaca dengan cermat label dan informasi produsen untuk memastikan bahwa bahan tersebut dapat terurai dan dikomposkan dengan baik di lingkungan tempat tinggal atau di fasilitas kompos lokal. Lebih baik memilih bahan yang disertifikasi sebagai kompatibel dengan komposter rumah atau fasilitas kompos komunitas.

Selain itu, mendukung pemerintah dan industri dalam mengembangkan kebijakan dan standar yang ketat untuk mendefinisikan bahan biodegradable dengan jelas. Ini akan membantu menghindari kebingungan bagi konsumen dan mengurangi dampak bahan terurai yang tidak terkendali terhadap lingkungan.

Secara keseluruhan, penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara biodegradable dan kompos agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menjaga lingkungan kita. Menghindari penggunaan bahan yang sulit terurai dan mendukung sistem pengelolaan limbah yang efektif akan membantu mengurangi dampak limbah plastik dan merawat lingkungan kita untuk masa depan yang lebih baik.