BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Is oxo-biodegradable good or bad?

2023-10-07

Oxo-biodegradable adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan material plastik yang dirancang untuk terurai secara oksidatif, baik melalui fotodegradasi atau pembusukan mikroba. Dalam beberapa tahun terakhir, oxo-biodegradable telah muncul sebagai solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah limbah plastik di dunia.

Namun, efektivitas dan dampak oxo-biodegradable masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan, ahli industri, dan aktivis lingkungan. Beberapa berpendapat bahwa oxo-biodegradable baik, sementara yang lain menganggapnya buruk. Untuk memahami argumen-argumen ini, kita perlu melihat keuntungan dan kerugian dari oxo-biodegradable.

Keuntungan dari oxo-biodegradable adalah sebagai berikut:

1. Penurunan limbah plastik: Salah satu manfaat utama dari oxo-biodegradable adalah kemampuannya untuk mempercepat proses degradasi plastik. Dalam kondisi optimal, plastik oxo-biodegradable dapat terurai dalam waktu beberapa tahun, dibandingkan dengan ratusan tahun yang diperlukan untuk plastik konvensional.

2. Potensi daur ulang: Oxo-biodegradable juga dapat didaur ulang, meskipun tidak dengan mudah seperti plastik konvensional. Namun, setelah plastik oxo-biodegradable terdegradasi, sisa-sisa yang terbentuk dapat diubah menjadi bahan baku untuk produk lain.

3. Biaya relatif rendah: Menambahkan bahan oxo-biodegradable ke plastik tidak signifikan dalam hal biaya produksi. Oleh karena itu, oxo-biodegradable dapat menjadi alternatif yang relatif murah untuk dibuat.

Namun, ada juga kerugian dari oxo-biodegradable yang perlu dipertimbangkan:

1. Tidak sepenuhnya terurai: Meskipun oxo-biodegradable dirancang untuk terurai, ada bukti yang mengindikasikan bahwa produk ini menghasilkan fragmen plastik yang sangat kecil, yang sering disebut mikroplastik. Mikroplastik ini dapat mencemari lingkungan dan terakumulasi dalam rantai makanan, berpotensi membahayakan makhluk hidup.

2. Tidak konsisten dalam degradasi: Degradasi oxo-biodegradable tergantung pada kondisi lingkungan, termasuk suhu, cahaya matahari, dan kelembaban. Ini berarti bahwa material tersebut mungkin tidak terurai secara efektif di lingkungan tertentu, seperti di dalam landfill.

3. Perlu infrastruktur yang sesuai: Untuk memastikan oxo-biodegradable terurai dengan benar, diperlukan infrastruktur yang tepat, seperti fasilitas pengomposan yang memadai. Namun, di banyak negara, fasilitas ini tidak tersedia secara luas, menyebabkan oxo-biodegradable tidak mendapatkan keuntungan penuhnya.

4. Penggunaan bahan tambahan: untuk membuat plastik oxo-biodegradable, bahan tambahan seperti logam berat dan katalisator perlu ditambahkan. Bahan tambahan ini bisa meracuni tanah dan air jika tidak dikelola dengan baik.

Berdasarkan pro dan kontra ini, dapat diambil kesimpulan bahwa oxo-biodegradable memiliki beberapa manfaat dalam mengatasi masalah limbah plastik. Namun, belum ada konsensus ilmiah yang diakui tentang keefektifan dan dampak jangka panjang dari oxo-biodegradable. Oleh karena itu, lebih baik fokus pada alternatif yang lebih teruji dan berkelanjutan, seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, daur ulang yang lebih banyak, dan pengembangan material plastik biologis yang sepenuhnya dapat terurai.

Para ahli sedang melanjutkan penelitian untuk memahami secara lebih mendalam tentang oxo-biodegradable dan produk-produk lainnya yang dapat membantu menangani krisis limbah plastik. Sampai saat itu, penting bagi kita semua untuk terus membatasi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kembali dan mendaur ulang secara aktif, serta mendukung upaya untuk menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan dalam memanajemen limbah plastik.