BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Is the US producing record amounts of oil?

2023-10-07

Apakah Amerika Serikat Menghasilkan Jumlah Minyak Terbesar?

Pertanyaan apakah Amerika Serikat menghasilkan jumlah minyak terbesar sering menjadi topik perdebatan di dunia energi. Selama beberapa dekade terakhir, Amerika Serikat telah mengalami ledakan dalam produksi minyak, yang telah mengubah dinamika pasar minyak global. Namun, ada pendapat yang berbeda tentang apakah Amerika Serikat saat ini menghasilkan jumlah minyak terbesar. Dalam artikel ini, kami akan menganalisis situasi saat ini dan menyajikan fakta-fakta terkini.

Pada tahun 2018, Amerika Serikat menyampaikan kabar menyenangkan bahwa mereka telah mencapai pencapaian sejarah dalam produksi minyak. Menurut Laporan Situasi Pasar Minyak Bulanan yang diterbitkan oleh Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), produksi minyak mentah Amerika meningkat menjadi rata-rata 10,99 juta barel per hari pada 2018, naik dari 9,35 juta barel per hari pada 2017. Jumlah ini menjadikan Amerika Serikat sebagai produsen minyak terbesar di dunia, menggeser Arab Saudi dan Rusia.

Namun, penting untuk melihat lebih dalam tentang apa yang menyebabkan peningkatan produksi minyak Amerika Serikat. Salah satu faktor utamanya adalah perkembangan teknologi seperti fracking (fracturing). Teknik ini melibatkan penyuntikan air, pasir, dan bahan kimia ke dalam tanah dengan tekanan tinggi untuk meretakkan lapisan batu di bawah permukaan dan melepaskan minyak dan gas alam yang terkurung di dalamnya. Perkembangan fracking ini telah memungkinkan eksploitasi minyak dari ladang-ladang shale yang sebelumnya tidak dapat diekstraksi secara ekonomis.

Seiring dengan perkembangan teknologi ini, produsen minyak Amerika Serikat semakin fokus pada ladang-ladang shale, terutama Bakken di Dakota Utara dan Permian di Texas. Ladang-ladang ini terbukti memiliki potensi besar untuk eksploitasi minyak, yang memungkinkan Amerika Serikat meningkatkan produksinya secara signifikan.

Namun, beberapa kritikus berpendapat bahwa klaim Amerika Serikat sebagai produsen minyak terbesar sedikit terlalu berlebihan. Mereka menunjukkan bahwa Amerika Serikat sering mengimpor minyak mentah dan produk minyak dari negara-negara seperti Kanada, Meksiko, dan Arab Saudi. Akibatnya, negara ini belum sepenuhnya mandiri secara energi dan masih tergantung pada negara-negara lain untuk memenuhi kebutuhan minyaknya.

Selain itu, ada juga keraguan tentang seberapa lama Amerika Serikat dapat mempertahankan tingkat produksi minyak saat ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ladang-ladang shale memiliki umur produksi yang lebih pendek dibandingkan dengan ladang minyak konvensional. Sebagian besar produksi minyak shale terjadi pada awal fase produksi yang aktif, diikuti oleh penurunan tajam dalam produksi beberapa tahun kemudian. Ini berarti bahwa tingkat produksi minyak Amerika Serikat mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Selain itu, faktor harga juga memainkan peran penting dalam produksi minyak Amerika Serikat. Ketika harga minyak turun, produsen shale dapat mengurangi pengeboran baru karena biayanya yang tinggi. Sebaliknya, ketika harga minyak naik, produsen shale dapat mulai melanjutkan pengeboran baru dan meningkatkan produksi. Oleh karena itu, permintaan dan harga minyak global juga memiliki pengaruh besar terhadap keberlanjutan produksi minyak Amerika Serikat.

Dalam kesimpulan, Amerika Serikat telah mencapai pencapaian bersejarah dalam produksi minyak, menggeser posisi Arab Saudi dan Rusia sebagai produsen minyak terbesar di dunia. Meskipun ada keraguan tentang keberlanjutan tingkat produksi saat ini, perkembangan teknologi fracking telah memberikan kontribusi besar terhadap ledakan produksi minyak Amerika Serikat. Namun, ketergantungan pada impor minyak mentah dan produk minyak masih menyingkap kelemahan dalam klaim ini. Jadi, sementara Amerika Serikat mungkin menghasilkan jumlah minyak terbesar saat ini, keadaan ini mungkin berubah dalam jangka panjang.