BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

What is the difference between biodegradable and compostable?

2023-10-12

Apa Perbedaan Antara Benda yang Bisa Dibaur dan Benda Kompos?

Di era modern ini, masyarakat sedang mencari solusi untuk menanggulangi masalah limbah yang semakin meningkat setiap tahunnya. Dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif yang dihasilkan oleh limbah, dua istilah yang sering digunakan adalah "biodegradable” dan "compostable”. Meskipun kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, sebenarnya ada perbedaan penting antara benda yang bisa dibaur (biodegradable) dan benda kompos (compostable). Dalam artikel ini, akan dijelaskan perbedaan mereka dengan lebih detail.

Biodegradable adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan suatu benda atau zat untuk terurai atau hancur menjadi komponen yang lebih sederhana oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau alga. Proses biodegradasi ini biasanya membutuhkan waktu yang bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan. Benda yang bisa dibaur akan membusuk dan terurai secara alami menjadi bahan organik atau zat kimia yang lebih sederhana dalam waktu yang relatif sesingkat mungkin. Proses biodegradasi dapat terjadi baik di lingkungan alami maupun dalam kondisi yang juga terkontrol seperti dalam tinja, komposter, atau instalasi pengolahan limbah. Contoh benda yang bisa dibaur adalah makanan, kertas, dan beberapa jenis plastik.

Di sisi lain, benda kompos adalah benda yang dapat hancur secara alami dan digunakan sebagai bahan baku dalam proses pengomposan. Kompos adalah hasil dari pengurai organik oleh mikroorganisme (seperti bakteri dan jamur) dalam suatu kondisi lingkungan yang terkendali. Proses pengomposan biasanya menggunakan bahan-bahan seperti daun, rumput, atau sisa makanan yang terurai dalam suatu unit pengomposan. Dalam proses ini, benda kompos akan terurai menjadi humus yang akan berguna sebagai pupuk organik yang subur.

Salah satu perbedaan utama antara benda yang bisa dibaur dan benda kompos adalah bahwa benda kompos akan menghasilkan kompos yang berguna sebagai pupuk organik, sementara benda yang bisa dibaur mungkin tidak menghasilkan komponen yang berguna. Benda kompos juga sering kali memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh otoritas pengatur terkait kualitas, waktu degradasi, dan tingkat keamanan terhadap lingkungan. Sebagai contoh, seringkali benda yang bisa dibaur memiliki batas waktu tertentu untuk terurai menjadi bahan organik. Sementara itu, benda kompos harus memenuhi standar lebih ketat karena pengomposan yang baik dan aman membutuhkan suasana yang seimbang dan perlakuan yang tepat terhadap bahan baku.

Selanjutnya, biodegradabilitas benda kompos juga tergantung pada kondisi lingkungan menggunakan proses pengomposan tertentu yang optimal. Proses kompos dapat mencakup suhu, kelembaban, pertambahan udara, dan bahan tambahan seperti serasah atau cairan pengompos. Dalam proses ini, mikroorganisme mengurai bahan organik menjadi kompos yang sangat berguna sebagai pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah. Karena itu, benda kompos sering kali lebih tepat untuk digunakan dalam aplikasi seperti pertanian organik atau sebagai pengganti pupuk kimia.

Di sisi lain, benda yang bisa dibaur tidak selalu menghasilkan komponen yang berguna dan tidak selalu terurai dengan cara yang sama. Beberapa benda yang bisa dibaur mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk terurai, khususnya dalam kondisi lingkungan yang kurang optimal. Beberapa plastik yang diklaim sebagai benda yang bisa dibaur hanya terurai dengan baik dalam kondisi industri pengolahan limbah yang memiliki suhu tinggi dan regulasi yang ketat. Oleh karena itu, dalam konteks yang lebih luas, menggunakan benda yang bisa dibaur mungkin masih meninggalkan dampak negatif pada lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.

Dalam kesimpulannya, biodegradable dan compostable adalah istilah yang secara umum digunakan untuk menyebut sifat-sifat suatu benda atau zat dalam menghadapi penguraian atau peluruhan. Benda yang bisa dibaur akan terurai secara alami menjadi bahan organik atau zat kimia yang lebih sederhana oleh mikroorganisme dalam waktu tertentu, sedangkan benda kompos akan terurai dalam proses pengomposan dan menghasilkan kompos yang berguna sebagai pupuk organik. Dalam memilih benda yang tepat, penting untuk mempertimbangkan tingkat biodegradabilitas, waktu degradasi, kualitas yang dihasilkan, dan kondisi lingkungan yang mendukung pengurai organik.