BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

What is the problem with compostable packaging?

2023-10-12

Komposisi kemasan yang dapat terurai merupakan inovasi yang menarik dalam upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik di seluruh dunia. Kemasan kompos dapat terurai menjadi bahan organik alami setelah digunakan, yang dapat mengurangi limbah yang tidak terurai dan memiliki dampak lebih rendah pada lingkungan dibandingkan dengan plastik konvensional. Namun, ada beberapa masalah yang perlu diatasi terkait dengan kemasan kompos, termasuk keberlanjutannya, kekurangan infrastruktur yang sesuai, dan kesalahpahaman konsumen.

Salah satu masalah utama dengan kemasan kompos adalah keberlanjutannya. Meskipun kemasan itu sendiri dapat terurai dengan cepat, bahan baku yang digunakan untuk membuat kemasan tersebut mungkin tidak ramah lingkungan. Beberapa bahan yang umum digunakan dalam kemasan kompos, seperti asam polilaktat (PLA) atau polihidroksialkanoat (PHA), berasal dari tanaman yang dikembangkan dengan menggunakan pestisida atau pupuk kimia. Penggunaan bahan baku tersebut dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, termasuk deforestasi, polusi air, dan degradasi tanah. Oleh karena itu, penting bagi produsen untuk memastikan bahwa bahan baku yang mereka gunakan untuk kemasan kompos berkelanjutan dan memiliki jejak karbon yang rendah.

Selain itu, infrastruktur yang diperlukan untuk mendaur ulang kemasan kompos masih kurang berkembang di banyak wilayah. Sistem pengolahan limbah komersial atau industri yang diperlukan untuk mengurai kemasan kompos belum tersedia di banyak tempat, yang membuat sulit untuk memperoleh manfaat penuh dari kemasan ini. Di beberapa daerah, kemasan kompos bahkan dikirim ke tempat pembuangan akhir yang sama dengan sampah plastik biasa, mengurangi manfaat lingkungan mereka dan menyebabkan kontaminasi limbah. Untuk menjadikan kemasan kompos sebagai solusi yang efektif, diperlukan investasi dalam infrastruktur daur ulang yang sesuai agar kemasan dapat dikelola dengan benar dan diuraikan menjadi bahan organik alami.

Masalah lain yang dihadapi oleh kemasan kompos adalah adanya kesalahpahaman konsumen. Banyak orang masih belum sepenuhnya memahami perbedaan antara kemasan kompos dan plastik konvensional. Beberapa konsumen mungkin salah mengidentifikasi kemasan kompos sebagai plastik dan membuangnya ke dalam keranjang sampah plastik, yang pada akhirnya akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Pendidikan dan kampanye publik yang lebih besar diperlukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya membuang kemasan kompos dengan benar dan memastikan bahwa mereka memiliki penanganan limbah yang sesuai untuk diuraikan secara alami.

Selain itu, beberapa kemasan kompos mungkin juga memiliki kualitas fisik yang lebih rendah dibandingkan dengan plastik konvensional. Mereka mungkin kurang tahan terhadap lembab atau cairan dan lebih rentan terhadap kerusakan fisik. Ini dapat menjadi tantangan bagi produsen dan pengecer yang menghadapi risiko kerusakan atau kebocoran produk mereka karena kemasan yang tidak memadai. Oleh karena itu, terus dilakukan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan kemasan kompos, sehingga mereka dapat menyediakan alternatif yang lebih baik bagi plastik konvensional tanpa mengorbankan kinerja.

Secara keseluruhan, kemasan kompos memiliki potensi besar untuk mengurangi dampak sampah plastik pada lingkungan. Namun, perlu ada solusi yang komprehensif yang mencakup aspek keberlanjutan, infrastruktur daur ulang yang memadai, dan tingkat pemahaman konsumen yang lebih baik. Dengan mengatasi masalah ini, kemasan kompos dapat dimanfaatkan sepenuhnya dan menjadi solusi ramah lingkungan yang efektif dalam mengurangi timbulan sampah plastik.