BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

Why is oxo-biodegradable banned?

2023-10-13

Mengapa Oxo-Biodegradable Dilarang?

Masyarakat modern semakin menyadari kerusakan lingkungan akibat sampah plastik yang tidak terurai dengan cepat. Banyak negara dan organisasi mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang pernah dianggap sebagai alternatif yang menarik adalah penggunaan plastik okso-biodegradable. Namun, sayangnya, penggunaan plastik jenis ini kini banyak dilarang di berbagai negara. Mengapa hal ini terjadi? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi alasan mengapa oksobiodegradable dibatasi dan dilarang.

Plastik oksobiodegradable adalah plastik yang telah dicampur dengan bahan kimia oksidasi yang mempercepat proses biodegradasi. Pada awalnya, muncul sebagai solusi untuk memecahkan masalah tumpukan sampah plastik yang sulit terurai secara alami. Pendukungnya mengklaim bahwa oksobiodegradable bisa terurai menjadi bahan organik dalam waktu yang relatif singkat dengan bantuan oksidasi.

Namun, studi dan penelitian ilmiah seiring waktu mulai mengungkapkan banyak kelemahan dalam penggunaan oksobiodegradable sebagai solusi yang efektif. Beberapa alasan terlarangnya penggunaan oksobiodegradable adalah sebagai berikut:

1. Tidak Konsisten dalam Proses Biodegradasi: Oksobiodegradable tidak melibatkan degradasi secara alami dengan bantuan mikroorganisme seperti halnya bahan-bahan biodegradable konvensional. Sebaliknya, mereka mengandalkan oksidasi dan terurai menjadi fragment-fragment yang lebih kecil. Proses ini membutuhkan kondisi tertentu seperti suhu dan paparan oksigen yang tinggi untuk terjadi secara efektif. Namun, kondisi ini tidak selalu ada di dalam lingkungan.

2. Kontaminasi Lingkungan: Ketika plastik oksobiodegradable terurai menjadi fragmen kecil, mereka dapat terbawa oleh angin atau air ke berbagai area, termasuk lautan dan tanah. Hal ini menyebabkan kontaminasi lingkungan dengan fragmen plastik yang lebih sulit dihilangkan dan dapat merusak ekosistem alami.

3. Pengaruh terhadap Daur Ulang: Plastik oksobiodegradable juga dapat merusak proses daur ulang karena bahan kimia oksidasi yang digunakan dalam produksinya. Ketika sampah plastik oksobiodegradable dicampur dengan plastik daur ulang, bahan kimia oksidasi dapat tercemar dan menghambat kualitas bahan daur ulang yang dihasilkan.

4. Ketidakpastian terkait Biodegradasi: Tidak ada standar yang jelas dan konsisten mengenai waktu yang dibutuhkan untuk biodegradasi. Ini menyebabkan kebingungan bagi konsumen dan pemegang kebijakan dalam menentukan tindakan yang tepat terkait penggunaan plastik oksobiodegradable.

5. Potensi Toksisitas: Beberapa studi menunjukkan bahwa fragment-fragment plastik oksobiodegradable yang dihasilkan dapat mengandung zat-zat beracun. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan, terutama jika fragmen-fragmen tersebut masuk ke rantai makanan.

Berdasarkan alasan-alasan di atas, banyak negara dan organisasi internasional seperti Uni Eropa dan PBB telah membatasi atau melarang penggunaan plastik oksobiodegradable. Tujuannya adalah untuk mendorong penggunaan bahan-bahan yang benar-benar dapat terurai dengan cepat dan efektif. Sebagai gantinya, mereka menganjurkan penggunaan plastik biodegradable yang telah teruji dan terbukti kemampuannya untuk terurai secara alami oleh mikroorganisme di lingkungan sekitar.

Meskipun plastik oksobiodegradable awalnya dianggap sebagai alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi masalah sampah plastik, namun dengan adanya bukti-bukti ilmiah yang lebih solid, keterbatasan dan risiko yang terkait dengan teknologi ini menjadi jelas. Dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, penting bagi kita untuk memahami dan mengikuti peraturan serta kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan plastik oksobiodegradable, serta berkontribusi pada upaya pengurangan sampah plastik dengan mengadopsi perilaku ramah lingkungan seperti mengurangi, mendaur ulang, dan menggunakan produk alternatif yang ramah lingkungan.