BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

difference between oxo-degradable and oxo-biodegradable

2023-10-15

Permasalahan sampah plastik sudah lama menjadi tantangan besar bagi lingkungan kita. Plastik dianggap sebagai bahan yang sulit terurai dan menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius, terutama ketika dibuang ke lautan atau tempat pembuangan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi oxo-degradable dan oxo-biodegradable mulai dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi dampak negatif plastik terhadap lingkungan.

Oxo-degradable dan oxo-biodegradable adalah dua jenis teknologi yang berbeda dalam memecah plastik menjadi bentuk yang lebih kecil dan lebih mudah diurai oleh bakteri atau alga. Namun, ada perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Oxo-degradable adalah jenis teknologi yang merujuk pada proses penambahan bahan kimia tertentu ke dalam plastik yang membuatnya terurai menjadi fragmen-frgamen kecil ketika terpapar oleh suhu tinggi atau cahaya ultraviolet. Bahan kimia dalam plastik ini mengakelerasi proses oksidasi yang menyebabkan pembentukan fragmen-fragmen tersebut. Namun, proses ini tidak mengubah struktur dasar plastik tersebut secara signifikan. Hasil dari proses oksidasi ini adalah fragmen-fragmen mikroplastik yang tetap berada di lingkungan yang sama-sama menimbulkan dampak negatif.

Oksidasi oleh cahaya ultraviolet atau suhu tinggi adalah salah satu faktor terpenting dalam proses oxo-degradable. Saat terkena paparan sinar matahari atau panas, plastik oxo-degradable memulai proses oksidasi yang memecahnya menjadi fragmen-fragmen kecil. Fragmen-fragmen ini tidak sepenuhnya terdegradasi menjadi zat organik, melainkan tetap sebagai mikroplastik yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Sementara itu, oxo-biodegradable merupakan jenis teknologi yang melibatkan bahan kimia tertentu yang mempercepat degradasi plastik menjadi zat organik oleh mikroorganisme seperti bakteri atau alga. Proses biodegradasi ini terjadi ketika plastik terkena lingkungan yang lebih lembap dan bernutrisi seperti lumpur atau tanah.

Bahan kimia yang digunakan dalam plastik oxo-biodegradable merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang ada di lingkungan sekitarnya. Mikroorganisme ini akan menguraikan plastik menjadi komponen-komponen organik yang lebih sederhana seperti karbon dioksida, air, dan biomassa. Jadi, proses oxo-biodegradable secara alami memecah plastik menjadi bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Perbedaan utama antara oxo-degradable dan oxo-biodegradable adalah pada hasil akhir yang dihasilkan dari proses degradasi. Oxo-degradable memecah plastik menjadi fragmen-fragmen mikroplastik, sedangkan oxo-biodegradable menghasilkan zat organik yang aman bagi lingkungan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa terdapat banyak kontroversi di sekitar teknologi oxo-degradable. Beberapa ahli mengklaim bahwa fragmen mikroplastik yang dihasilkan dari oxo-degradable tetap menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Fragmen ini bisa terbawa oleh air dan angin ke berbagai tempat, termasuk lautan dan tanah pertanian, dan akhirnya mengontaminasi ekosistem dan merusak kehidupan laut serta keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, beberapa negara dan lembaga mengambil langkah-langkah untuk melarang penggunaan oxo-degradable dalam beberapa aplikasi plastik.

Hadirnya teknologi oxo-biodegradable memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan sampah plastik. Prosedur biodegradasi yang dilibatkan dalam oxo-biodegradable memojokkan komponen plastik menjadi zat organik aman yang tidak mencemari lingkungan. Namun, seperti yang disebutkan di atas, ada perdebatan mengenai manfaat sebenarnya dari teknologi ini dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan jangka panjang.

Secara keseluruhan, oxo-degradable dan oxo-biodegradable adalah teknologi yang berbeda dalam memecah plastik menjadi zat yang lebih mudah diurai oleh lingkungan. Namun, penggunaan teknologi oxo-degradable dianggap kontroversial karena fragmen mikroplastik yang dihasilkan masih menyebabkan dampak negatif pada lingkungan. Oleh karena itu, oxo-biodegradable dianggap sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.