BAYDEE

HOME ABOUT PRODUCTS NEWS CONTACT

what percentage of plastic is made from oil

2023-10-17

Plastik adalah bahan yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat menemukan plastik di berbagai produk, mulai dari kemasan makanan dan minuman hingga alat-alat rumah tangga dan peralatan elektronik. Meskipun plastik memberikan banyak manfaat, namun produksi dan penggunaan plastik juga memiliki efek negatif terhadap lingkungan, terutama karena bahan dasar utamanya adalah minyak bumi.

Sebelum kita membahas persentase plastik yang terbuat dari minyak bumi, mari kita pahami terlebih dahulu proses pembuatan plastik. Plastik adalah sebuah polimer, yaitu rantai molekul yang terbentuk dari unit struktural yang berulang. Proses pembuatan plastik dimulai dengan molekul bahan baku, yang kemudian diubah menjadi polimer melalui reaksi kimia. Bahan baku untuk plastik dapat bervariasi, tetapi salah satu bahan baku utama adalah minyak bumi.

Minyak bumi adalah sumber daya alam yang terdiri dari campuran hidrokarbon yang terbentuk dari sisa-sisa organisme laut dan plankton yang mati jutaan tahun yang lalu. Minyak bumi diekstraksi dari bawah permukaan bumi melalui proses pengeboran minyak dan gas. Setelah diekstraksi, minyak bumi diolah di kilang minyak untuk memisahkan komponen-komponen yang berbeda, seperti bensin, diesel, dan produk-produk petrokimia, termasuk bahan baku untuk plastik.

Sekarang pertanyaannya adalah, berapa persentase plastik yang terbuat dari minyak bumi? Menurut penelitian dan sumber-sumber lainnya, sebagian besar plastik yang kita gunakan sehari-hari terbuat dari minyak bumi. Persentase ini bervariasi tergantung pada jenis plastik yang diproduksi. Sebagai contoh, polietilena, salah satu jenis plastik yang paling umum digunakan, sebagian besar terbuat dari etilena, yang berasal dari minyak bumi. Polietilena dapat ditemukan dalam berbagai benda, seperti kantong belanja, botol minuman, dan wadah makanan.

Bahan baku lain yang digunakan dalam produksi plastik adalah gas alam. Bagaimana gas alam berperan dalam produksi plastik? Gas alam mengandung etilena, yang merupakan bahan dasar untuk produksi polietilena. Karena etilena dapat diekstraksi dari gas alam, sebagian industri plastik menggunakan gas alam sebagai alternatif untuk minyak bumi. Namun, persentase plastik yang terbuat dari minyak bumi masih tetap tinggi karena industri plastik masih sangat bergantung pada minyak bumi.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengurangi ketergantungan plastik terhadap minyak bumi. Salah satunya adalah pengembangan plastik biodegradable yang dapat terurai secara alami dalam waktu tertentu. Plastik biodegradable umumnya terbuat dari bahan baku nabati, seperti pati jagung atau pati kentang. Namun, saat ini, produksi plastik biodegradable masih terbatas dan memerlukan teknologi yang lebih maju untuk diproduksi secara massal.

Selain itu, terdapat pula inisiatif untuk meningkatkan daur ulang plastik. Daur ulang plastik adalah proses mengumpulkan, mendaur ulang, dan mengolah plastik bekas untuk digunakan kembali sebagai bahan baku dalam produksi plastik baru. Daur ulang plastik dapat mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi dan mengurangi volume sampah plastik yang mencemari lingkungan.

Dalam kesimpulan, sebagian besar plastik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari terbuat dari minyak bumi. Persentase ini bervariasi tergantung pada jenis plastik yang diproduksi. Minyak bumi dan gas alam merupakan bahan baku utama dalam produksi plastik, yang mempengaruhi rantai pasokan dan dampak lingkungan dari industri plastik. Namun, melalui pengembangan plastik biodegradable dan upaya peningkatan dalam daur ulang plastik, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan plastik terhadap minyak bumi dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.